Skip to content
  • Pentest & SOC 24/7

    Comply

    • Chief Information Security Officer as a Service (CISOaaS)
    • Compliance Readiness
    • Crisis Simulation & Table-Top Exercise
    • Cyber Security Maturity Assessment (CSMA)
    • DevSecOps Training & Implementation
    • Employee Cybersecurity Awareness Training
    • Incident & Crisis Response Planning and Management
    • IT Policy Support

    Asses

    • Penetration Testing
    • Red Teaming
    • Social Engineering
    • Vulnerability Assessment

    Protect

    • Cyber Security Protect
    • Security Operations Center ( SOC)
  • Threatcop

    TDMARC

    Tingkatkan Keterkiriman dan Keterlibatan Email Anda dengan DMARC Threat Policing

    Selengkapnya

    TLMS

    Latih Karyawan Anda menggunakan Konten Kesadaran Keamanan yang Sangat Interaktif dengan TLMS

    Selengkapnya

    TPIR

    Berdayakan karyawan Anda untuk mengidentifikasi dan melaporkan email mencurigakan dengan satu klik menggunakan Phishing Incident Response

    Selengkapnya

    TSAT

    TSAT, simulator serangan siber yang komprehensif dan solusi pelatihan kesadaran keamanan komunitas, memberdayakan organisasi untuk menilai risiko keamanan secara proaktif.

    Selengkapnya
  • Threatmon

    SURFACE INTELLIGENCE ATTACK

    Identifikasi dan amankan semua elemen jejak digital Anda dengan Manajemen Permukaan Serangan ThreatMon.

    Selengkapnya

    CYBER THREAT INTELLIGENCE

    Kemampuan untuk mengubah data yang tersebar menjadi intelijen yang dapat ditindaklanjuti adalah hal yang membedakan keamanan siber yang efektif.

    Selengkapnya

    DARK WEB INTELLIGENCE

    Web gelap merupakan pusat tempat para penjahat dunia maya memperdagangkan kredensial curian, data sensitif, dan barang terlarang, sehingga menimbulkan risiko signifikan terhadap bisnis.

    Selengkapnya

    FRAUD INTELLIGENCE

    Penipuan tetap menjadi ancaman signifikan bagi perusahaan, karena penyerang mengeksploitasi kelemahan dalam platform digital untuk merusak reputasi merek, mencuri data penting, dan membahayakan keamanan finansial.

    Selengkapnya

    SECURITY SCORE MATRIX

    Mengelola risiko keamanan siber secara efektif dimulai dengan memahaminya.

    Selengkapnya

    THREATMON AI

    Dalam dunia keamanan siber yang dinamis, menjadi yang terdepan dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang adalah hal yang krusial.

    Selengkapnya
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
January 28, 2026January 28, 2026

Mengapa Zero Trust Sangat Penting di Tempat Kerja Modern

Bayangkan kondisi ini:
Manajer keuangan Anda menyetujui invoice dari rumah menggunakan Wi-Fi pribadi.
Manajer penjualan membuka data klien di ruang tunggu bandara.
Seorang karyawan bekerja dari kafe dengan Wi-Fi publik.

Namun, masih banyak organisasi yang berpikir bahwa selama seseorang sudah berada “di dalam jaringan”, maka semuanya aman. Pola pikir ini sudah ketinggalan zaman.

Di sinilah Zero Trust Security hadir. Zero Trust membalik cara pandang lama dengan satu prinsip utama: jangan pernah langsung percaya, selalu lakukan verifikasi. Tidak ada perangkat, pengguna, atau koneksi yang otomatis dipercaya.

Di era kerja hybrid dan cloud, orang bisa login dari mana saja dan data bisa berada di mana saja. Sistem keamanan lama yang mengandalkan “tembok kantor” sudah tidak relevan. Tembok itu sudah runtuh, dan cara kita memandang kepercayaan harus berubah total.


Apa Itu Zero Trust Security?

Zero Trust berarti Anda tidak menganggap aman hanya karena seseorang berhasil melewati “pintu depan” sistem. Setiap permintaan akses ke data atau aplikasi harus diverifikasi, setiap saat.

Pendekatan ini muncul karena keamanan berbasis perimeter (firewall, VPN, dan jaringan kantor) sudah tidak cukup. Sekarang, keamanan lebih fokus pada identitas pengguna, bukan lokasi jaringan.

Intinya, Zero Trust bersifat berkelanjutan. Verifikasi tidak berhenti saat login pertama. Setiap aktivitas diperiksa, karena penyerang tidak berhenti hanya dengan satu klik.


Mengapa Firewall dan VPN Tidak Lagi Cukup?

Konsep “percaya tapi tetap cek” terdengar bagus, tapi sulit diterapkan di dunia modern. Alasannya:

  • Firewall dan VPN punya batasan: Di lingkungan cloud, data tidak selalu lewat satu gerbang firewall.

  • Ancaman dari orang dalam: Karyawan atau admin bisa saja menyalahgunakan akses.

  • Pencurian kredensial sangat efektif: Penyerang memakai username dan password hasil phishing untuk terlihat seperti pengguna asli.

  • Shadow IT makin marak: Karyawan menggunakan aplikasi SaaS atau perangkat pribadi tanpa pengawasan IT.

Gartner memprediksi bahwa 70% perusahaan akan menggunakan Zero Trust sebagai model utama keamanan pada 2026, karena model lama terlalu banyak celah.


Bagaimana Cara Kerja Zero Trust?

Zero Trust bukan produk yang tinggal dibeli, melainkan kerangka kerja dengan empat prinsip utama:

  1. Least Privilege Access
    Pengguna hanya mendapat akses sesuai kebutuhan pekerjaannya.

  2. Verifikasi Berkelanjutan
    Setiap permintaan akses diverifikasi, bukan hanya saat login.

  3. Micro-Segmentation
    Jaringan dibagi menjadi bagian kecil agar penyerang tidak bisa bebas bergerak.

  4. Assume Breach
    Sistem dirancang seolah-olah penyerang sudah berada di dalam, sehingga respons lebih cepat.

Bayangkan bandara. Anda tidak hanya menunjukkan tiket sekali lalu bebas ke mana saja. Ada pemeriksaan berlapis, dan akses dibatasi sesuai tujuan.


Peran Manusia dalam Zero Trust

Teknologi bisa menegakkan aturan, tapi manusia sering menjadi sumber risiko terbesar.

  • Password kerja dipakai juga untuk akun pribadi

  • Kelelahan MFA membuat orang asal klik “Approve”

  • Email phishing makin sulit dibedakan dari email asli

  • Satu klik bisa membuka akses besar

Jika tim Anda belum bisa mengenali email palsu yang menyamar sebagai notifikasi IT, berarti ada celah serius.

Karena itu, kesadaran pengguna sangat penting. Zero Trust bukan hanya soal teknologi, tapi juga pola pikir. Saat karyawan paham alasan di balik aturan keamanan, mereka melihatnya sebagai perlindungan, bukan hambatan.


Zero Trust di Lingkungan Kerja Modern

Dunia kerja sudah berubah:

  • Kerja hybrid: Login dari banyak lokasi dan perangkat

  • SaaS di mana-mana: Data tersebar di Google Drive, Teams, Slack, Salesforce

  • Kesalahan konfigurasi cloud: Satu kesalahan bisa membocorkan ribuan data

  • Tekanan kepatuhan: Standar seperti NIST dan ISO 27001 mendukung Zero Trust

Dengan Zero Trust, tidak peduli akses berasal dari kantor, kafe, atau laptop pribadi—aturannya tetap sama: verifikasi dulu, baru beri akses.


Cara Menerapkan Zero Trust

Zero Trust dibangun bertahap, bukan sekali jalan.

Langkah Teknis

  • Terapkan MFA untuk semua akun

  • Gunakan Identity & Access Management (IAM)

  • Pantau perangkat dan aktivitas mencurigakan secara real-time

Langkah untuk Manusia

  • Latih karyawan mengenali phishing

  • Edukasi soal risiko shadow IT

  • Libatkan mereka dalam diskusi keamanan

Perubahan Budaya

Ini tantangan terbesar. Zero Trust sering dianggap “ribet”. Pemimpin harus mengubah sudut pandang: bukan hambatan, tapi perlindungan.


Peran People Security Management (PSM)

People Security Management (PSM) menjembatani teknologi dan perilaku manusia. Salah satu pendekatannya adalah kerangka AAPE:

  • Assess: Menilai perilaku berisiko

  • Aware: Edukasi keamanan yang menarik dan tidak membosankan

  • Protect: Akses berbasis identitas dan risiko

  • Empower: Memberdayakan karyawan untuk berani memverifikasi permintaan mencurigakan

Ini mengubah Zero Trust dari proyek teknis menjadi budaya organisasi.


Penutup: Jangan Percaya, Selalu Verifikasi

Zero Trust bukan sekadar konsep, tapi cara berpikir.

Penyerang memanfaatkan rasa percaya. Mereka berhasil saat orang menganggap “orang dalam pasti aman” atau asal klik “Approve”.

Keamanan yang kuat dibangun dengan:

  • Perlindungan teknis yang tepat

  • Edukasi manusia yang konsisten

  • Budaya verifikasi di seluruh organisasi

Di dunia kerja modern, Zero Trust bukan pilihan—tapi kebutuhan.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan jespro indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi jesproindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Recent Posts

  • Simulasi Phishing: Cara Efektif Melindungi Keamanan Bisnis
  • Jasa Penetration Testing: Lindungi Aset Digital Bisnis Anda
  • Strategi Intelijen Ancaman Siber untuk Keamanan Bisnis
  • Vulnerability Assessment: Panduan Keamanan Bisnis Modern
  • Security Awareness Training: Mengapa Perusahaan Anda Butuh

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • blog

Jespro Indonesia, distributor resmi Threatcop di Indonesia, adalah layanan IT multi-vendor dan reparasi perangkat jaringan yang berkembang paling pesat di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memperpanjang masa kerja IT dan peralatan jaringan terlepas dari usia maupun manufaktur. 

Address List

  • Jl. Kebon Jeruk Raya Komp. Kebon Jeruk Permai Office Blok C No. 17 Jakarta 11530 Indonesia
  • sales@jesproindonesia.com
  • (+62) 21 5358719

Copyright © 2025 Jespro Indonesia